Scrip Berjalan

Selasa, 08 Mei 2012

PERANAN PENGETAHUAN AGAMA DAN PENGETAHUAN SEKS TERHADAP PENYIMPANGAN PERILAKU SEKSUAL MAHASISWA (Studi Mahasiswa STAIN Curup Tahun Akademik 2005-2006)


ABSTRAK

Rahmat Hidayat. 2006. "Peranan Pengetahuan Agama dan Pengetahuan Seks Terhadap Penyimpangan Perilaku Seksual Mahasiswa” (Studi Mahasiswa STAIN Curup Tahun Akademik 2005-2006) 
Dalam penelitian ini penulis mengajukan masalah yaitu bagaimana peranan antara pengetahuan agama dan pengetahuan seks sebagai variabel bebas terhadap perilaku seksual sebagai variabel terikat pada mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup.
Penelitian ini adalah field research dengan menggunakan metode kuantitatif dan untuk menganalisa data dilakukan dengan pendekatan deskriptif. Populasinya adalah seluruh mahasiswa STAIN Curup Tahun Akademik 2005-2006 yang berjumlah 823 subjek penelitian, sedangkan yang diambil sebagai sampel sebanyak 10% dari populasi yaitu sebanyak 82 orang responden dengan menggunakan teknik proportionate stratifield random sampling
Dalam pengumpulan data penulis menggunakan instrumen angket, kemudian data yang diperoleh dinilai dengan memberikan skor, diolah dan dianalisa sehingga diketahui kesimpulan akhir dari data yang diperoleh.
Setelah data diolah kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi Linier Berganda, maka dapat diambil kesimpulan bahwa antara pengetahuan agama tidak memberikan sumbangan yang berarti terhadap penyimpangan perilaku seksual mahasiswa STAIN Curup yaitu hanya sebesar 0.14% dan pengetahuan seks memberikan sumbangan terhadap penyimpangan perilaku seksual mahasiswa STAIN Curup sebesar 3.60%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan agama dan pengetahuan seks terhadap penyimpangan perilaku seksual mahasiswa STAIN Curup yaitu sebesar 20% dan 80% dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain. Dilihat dari berbagai faktor atau unsur-unsur yang berkontribusi terhadap penyimpangan perilaku seksual mahasiswa STAIN Curup, maka kontribusi 20% cukup besar.
Sehubungan dengan hasil penelitian yang didapat di lapangan maka penulis berpendapat perlunya memberikan pendidikan seks dalam rangka peningkatan pengetahuan seks remaja, karena dengan semakin banyaknya pendidikan seks yang diterima maka fenomena penyimpangan perilaku seksual mahasiswa akan semakin teratasi. Dan seharusnya seorang pendidik agama memberikan pengetahuan agama yang menyentuh akar substansialnya, tidak hanya bersifat literal dan normatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar