A.
Al-Qur’an
1.
QS. Al-Baqarah ayat 115
¬!ur
ä-Ìô±pRùQ$# Ü>ÌøópRùQ$#ur 4
$yJuZ÷r'sù
(#q9uqè?
§NsVsù çmô_ur «!$# 4
cÎ) ©!$# ììźur
ÒOÎ=tæ
ÇÊÊÎÈ
Artinya “ Dan kepunyaan Allahlah timur dan barat, maka
kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas
(rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui
2.
QS. Qaf ayat 16
ôs)s9ur
$uZø)n=yz z`»|¡SM}$#
ÞOn=÷ètRur
$tB â¨Èqóuqè?
¾ÏmÎ/
¼çmÝ¡øÿtR (
ß`øtwUur
Ü>tø%r&
Ïmøs9Î)
ô`ÏB
È@ö7ym ÏÍuqø9$#
ÇÊÏÈ
Artinya : Sesungguhnya Kami
telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan
Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
B.
Hadits
Akhlak Tasawuf menurut Hadits Riwayat Imam
Bukhari, artinya :
“Barang siapa memusuhi seseorang wali-Ku (wali
Allah SWT. adalah orang yang dekat dengan-Nya), maka aku mengumumkan
permusuhan-Ku terhadapnya. Tidak ada sesuatu yang mendekatkan hamba-Ku
kepada-Ku yang lebih Kusukai dari pengalaman segala yang Kuwajibkan atasnya. Kemudian,
hamba-Ku yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan melaksanakan
amal-amal sunnah, maka Aku senantiasa mencintainya. Bila Aku telah cinta
kepadanya, Akulah pendengarnya dengan ia mendengar, Aku penglihatannya
dengannya ia melihat, Aku tangannya dengannya ia memukul, dan Aku kakinya
dengan itu ia berjalan. Bila ia memohon kepada-Ku,Aku perkenankan
permohonannya, jika ia meminta perlindungan, Kulindungi ia”.
C.
Para
Ulama
1. Akhlak Tasawuf Menurut Qadiriyah, aliran
ini memuliakan pendirinya Abdul Qadir al- Jailani (116 M). Menurut para
pengikutnya, Abdul Qadir al-Jailani adalah orang suci. Kini yang menjadi
pemimpin tarikat Qadiriyah adalah juru kunci kuburan Abdul Qadir al-Jailani di
Baghdad. Aliran ini berpengaruh di Afrika Utara, Asia Kecil, Pakistan, India,
Malaysia dan Indonesia
2. Akhlak Tasawuf Menurut Rifa’iyah, amalannya
berupa penyiksaan diri dengan melukai bagian-bagian badan dengan senjata tajam
diiringi dengan dzikir-dzikir tertentu.
3. Akhlak Tasawuf Menurut Sammaniyah, Cara
mencapai tujuan akhir diantaranya adalah berdzikir dengan suara lantang.
4. Akhlak Tasawuf Menurut Syattariyah,semua
manusia mempunyai bakat untuk menjadi manusia sempurna dan harus berusaha untuk
mencapai kesempurnaan itu. Dalam hubungan ini terdapat pandangan tentang
hubungan manusia dengan Allah SWT. seperti seorang pelayan dengan majikannya.
5. Akhlak Tasawuf Menurut Naqsyabandiyah,
menyelenggarakan dzikir tertutup atau dzikir diam yakni menyebut nama Allah
SWT. dengan berdiam diri.
6. Akhlak Tasawuf Menurut Al-Jurjani Khlak adalah
istilah bagi sesuatu sifat yang tertanam kuat dalam diri, yang darinya terlahir
perbuatan-perbuatan dengan mudah dan ringan, tanpa perlu berfikir dan
merennung. Jika sifat tersebut terlahir perbuatan-perbuatan yang indah menurut
akal dan syariat, dengan mudah, maka sifat tersebut dinamakan dengan akhlak
baik. Sedangkan jika darinya terlahir pebuatan-perbuatan buruk, maka sifat
tersebut dinamakan akhlak yang buruk”
7. Akhlak Tasawuf Menurut Menurut Ahmad bin
Musthafa (Thasy Kubra Zaadah) keseimbangan antara tiga kekuatan, yaitu;
kekuatan berfikir, kekuatan marah, kekuatan syahwat
8. Akhlak Tasawuf Menurut Muhammad bin Ali
al-Faaruqi at-Tahanawi sifat kuat yang justru melahirkan perbuatan-perbuatan
kejiwaan dengan sulit dan berfikir panjang, seperti orang bakhil. Ia berusaha
menjadi dermawan ketika ingin di pandang orang. Jika demikian maka tidaklah
dapat dinamakan akhlak.
9. Akhlak Tasawuf menurut Imam Ghazali dalam kitab
ulumuddin, akhlak adalah suatu gejala kejiwaan yang sudah mapan dan menetap
dalam jiwa, yang dari padanya timbul dan terungkap perbuatan dengan mudah,
tanpa mempergunakan pertimbangan pikiran terlebih dahulu
10. Akhlak Tasawuf menurut Abu Usman al-Jahidz
dalam kitab Tahdhib Al-Ahlak, akhlak adalah suatu gejala jiwa yang dengannya
manusia berperilaku tanpa berfikir dan memilih, terkadang perilku ini terjadi
secara spontanitas karena insting dan tabiat, dan terkadang pula membutuhkan
sebuah latihan
11. Akhlak Tasawuf menurut Ibnu Maskawaih dalam
kitab tahzibul akhlaq watathirul araq, mendifinisikan bahwa akhlaq itu sebagai
sikap jiwa seserorang mendorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa
melalui pertimbangan pikiran.
12. Akhlak Tasawuf menurut Prof. Ahmad Amin dalam
kitab Al-Akhlak mendifinisikan, akhlaq adalah adatul iradah (kehendak yang
dibiasakan) lalu menjadi kelaziman (kebiasaan
13. Akhlak Tasawuf menurut Ibrahim Anis dalam kitab
Al-Mu'jam Al-Wasith mengatakan, Akhlak adalah ilmu yang objeknya membahas
nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatan, dapat disifatkan dengan baik dan
buruknya
14. Akhlak Tasawuf menurut Muhammad bin Muhammad
bin Abdurrazaq al Hasani dalam kitab Tajjul ‘Arusy, Hakikatnya (akhlak) adalah
gambaran batin manusia, yakni jiwanya, sifat-sifatnya, dan makna-maknanya yang
spesifik, yang dengannya terlihat kedudukan makhluk, lantaran gambarannya
secara zahir, baik sifat-sifatnya dan makna-maknanya, dan keduanya memeliki
sifat yang baik atau buruk, mendapat pahala dan sanksi, yang kaitan keduanya
dengan sifat-sifat yang tergambar secara batin adalah lebih banyak, dibanding
apa-apa yang yang terkait dengan gambaran zahirnya
15. Akhlak Tasawuf menurut Al-Jurjani dalam kitab
Al-Ta'rifat, Akhlak merupakan keadaan jiwa yang mendalam ( rasyikhah ) yang
melahirkan perilaku dengan mudah tanpa harus berfikir panjang, jika perilaku
itu baik maka disebut khuluqan hasanan dan sebaliknya jika buruk maka disebut
khuluqan sayyi'an.[23]
16. Akhlak Tasawuf menurut dalam kitab Tafsir
al-Tahrir wa At-Tanwir, Akhlak adalah tabi'at jiwa yang akan memunculkan
perilaku yang baik jika tidak dipengaruhi hal-hal yang mengiringinya, akhlak
akan selalu tertanam pada jiwa, dan akan melahirkan perbuatan yang bisa dilihat
dari tutur katanya, raut wajahnya, ketegarannya, kebijakannya, gerak diamnya,
pola makan minumnya, sikap terhadap keluarganya dan seterusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar